Fansubber: Shiki's Assault adalah fan fiction, crossplay cerita dari Assault Lily dan Fansubber.
Sinopsis
Shiki menemukan dirinya terbangun di Yurigaoka District, Tokyo. Dirinya menemukan sekumpulan monser raksasa yang hendak menyerang sebuah Akademi dan berusaha melawannya, namun Shiki menemukan bahwa kekuataanya bahkan tidak bisa menggores monster itu, dirinya lalu melihat 9 perempuan yang mudah terbang tanpa kekuataan dan hanya membawa pedang, berhasil menembus perisa monster itu. Melihat perisai ditembus, Shiki menggunakan White Sky: Shirayuki, untuk membekukan monster sehingga tidak bisa bergerak. Sementara 9 orang itu akhirnya berhasil menghancurkannya.
Seorang bernama Yuyu Shirai, akhirnya berbicara kepada Shiki yang hanya bisa Bahasa Inggris, Yuyu mengira Shiki adalah monster Huge baru karena memiliki kekuataan sementara Shiki terlihat bukan Lily. Shiki lalu menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu bagaimana berada di Tokyo. Shiki lalu setuju saran Riri Hitotsuyanagi, rekan Yuyu untuk membawanya ke Akademi, karena kasus Shiki seperti rekan Riri sebelumnya, seseorang yang lupa ingatan, Yuri Hitotsuyanagi.
Di Akademi, setelah menjalani pemeriksaan, Moyu Mashima, Ketua Divisi Alutsista menyimpulkan bahwa Shiki bukanlah Huge atau pun Lily karena jenis kekuataanya sangat berbeda. Kekuataanya tidak memerlukan kontrak tertentu dan lebih fleksible. Shiki lalu menjelaskan bahwa dia datang dari Indonesia di mana kekuataan seperti ini adalah biasa namun masih bingung dirinya bisa berakhir di Jepang. Dia menyebutkan ada 14 jenis kekuatan Sky dan White Sky adalah kekuataan arsitek, yang menciptakan sesuatu yang bersifat terbang. Di Akademi akhirnya Shiki diizinkan berkeliaran namun dalam pengawasan Riri yang dulu juga bercerita pernah merawat seseorang bernama Yuri. Riri bercerita banyak mengenai Lily, pelindung Jepang dari Monster bernama Huge dari generasi ke generasi.
Mendengar cerita Riri dan melihat pemakaman Lily yang banyak, Shiki jadi teringat akan memorial Fansubber di Republic. Dirinya lalu mencoba mempelajari kekuataan Lily bersama Riri dan 7 rekannya, karena Yuyu menyendiri. Riri mengatakan meski Yuyu terkadang masih merenungi kakaknya, Kawazoe Misuzu.
Shiki menyimpulan bahwa Magie atau kekuataan dalam Lily, adalah Dark Matter tipe Greet Original DNA atau GOD karena kekuatan itu tidak dapat dipelajari namun terlahir dari seseorang yang memiliki DNA khusus, kemungkinan Lily lahir justru karena udara di Jepang teracuni oleh adanya Magie dari Huge secara ironis sehingga yang bisa mengalahkan Huge hanyalah Lily. Shiki lalu mengajak Riri untuk bertemu Yuyu di pohon Sakura terakhir di Yuriagoka.
Shiki menyerahkan buku yang berisi sarannya untuk melawan Huge secara efektif. Shiki menjelaskan bahwa karena Lily dapat mengalirkan Magienya ke dalam pedang yang disebut Charm dan menembakkannya, dirinya menyarankan untuk membangun Turret dan Drone untuk melawan Huge daripada Lily harus bertempur secara dekat karena sangat berbahaya. Shiki menjelaskan bahwa Charm miliki rekannya Wang Yujia sendiri secara teknis adalah Material Rifle di mana bisa dibangun dalam ukuran raksasa, yang dirasa cukup bisa melawan Huge. Seorang Lily haruslah menjadi defender terakhir jika terpaksa bukan utama. Yuriagoka sebaiknya akan dipasang ratusan turret, tank, dan drone, untuk melindungi Tokyo dari lautan. Shiki lalu meminta Yuyu menemumi Moyu yang pasti tahu masalah persenjataan.
Baru berbicara sebentar, tiba-tiba serangan Huge datang, Shiki lalu meminta Regu Riri mundur dan biarkan dirinya bertarung sendiri. Riri namun egoist dan tetap ikut, dirinya melihat Shiki memang tidak bisa membunuh Huge namun membekukannya dan memotongnya berkeping-keping. Ledakaan dari Huge namun membuat Shiki dan akhirnya dirinya ingat akan kenapa bisa jatuh ke Jepang.
Shiki mengejar seorang terorist Ghost Striker yang mencuri kekuataan Architect of Time, Yellow Sky dari Subzia. Dirinya mengejar sampai ke ruang dan waktu dan berakhir di dunia yang berbeda di mana terdapat Huge yang sebenarnya tidak hanya di Jepang namun seluruh dunia dan meski Magie mirip dengan GOD namun tetap saja bukan.
Setelah Huge berhasil dikalahkan, Shiki lalu bersama Regu Riri mengunjungi Kawazoe Misuzu dan Shiki mengatakan harus berpisah. Shiki lalu menunjukkan alat di mana dirinya bisa mengetahui posisi
Striker dan harus mengejarnya sebelum dirinya mengacakukan dunia yang
berbeda. Riri bertanya bagaimana mereka harus menghubungi Shiki lagi, namun Shiki hanya tersenyum. Moyu sempat mencegah Shiki membuka portal karena bertanya mengenai halaman terakhir bukunya yang berjudul Havelaar Krista. Shiki berteriak sesuatu untuk membuat para Lily agar tetap bisa aman.
Shiki lalu menemukan Striker di suatu dunia yang seperti miliknya namun penuh dengan seperti para Magician yang terbang. Shiki tidak berkomentar soal Striker dan langsung mengalahkannya dan menyerektkan ke dunia aslinya, Krista World. Shiki tiba di Surabaya dan menyerahkan jasa kepada Striker kepada Bachtiar, ketua Republic Guild. Shiki lalu ingin beristarahat sampai Lumi membangunkannya.
Dirinya bertanya apakah Shiki mau membuat takarir Anime Assault Lily Season 2 yang baru saja diumumkan. Shiki secara malas mengatakan bahwa Eater pasti mengurusunya lalu Lumi hanya menaruh cover anime itu kepada Shiki yang sudah tertidur. Saatnya Shiki bangun, dirinya melihat cover Assault Lily dipenuhi roster lama dari Lily yang ditemuinya, namun menggunakan semacam exo suit. Shiki melihat Lumi membawa makanan dan meminta mengatakan akan menghubungi time Sidoarjo untuk mengambil anime itu.
Tampilkan postingan dengan label Non Canon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Non Canon. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 September 2021
Fansubber: Shiki's Assault
Rabu, 12 Oktober 2016
Meet Anime Heroes (Concept Only)
Meet Anime Heroes adalah Episode di mana Raid Sagara berinteraksi dengan karakter dari Anime di Real World. Tentunya episode ini tidaklah Canon Karena dapat melanggar hak cipta dan tidak akan di publish. Episode ini hanya sebuah konsep saja dan bersifat seperti fan fiction. Penulis sendiri mengaku bahwa dirinya terinspirasi membuat konsep ini dari mimpinya. Meski dirinya tentunya tidak bisa membuktikan mimpi yang dialaminya.
Part 1: Wrong House (Jika bisa, akan berada menjadi filler di Arc 9)
Raid Sagara pulang dari kantornya. Dia bekerja sebagai seorang arsitek. Saat masuk ke dalam rumah, Sagara terkejut ada Emilia di ruang tamu (Dari Anime Re Zero). Sagara sendiri berpikir belum pernah menonton animenya. Sagara sempat mengelus pipi dan dahi Emilia untuk memastikan apakah dia ilusi atau bukan. Namun tiba-tiba seorang gadis berambut twin tail menegurnya dan apa maksud semua ini. Sagara yakin Emilia tidak punya kakak seperti dia. Biasanya dalam situasi seperti itu, Sagara akan segera mengambil senjatanya lalu menjaga jarak. Tapi kali ini, Sagara malah tampak grogi dan heran. Sagara lalu menanyakan apakah mereka kenal dengan Subaru. Emilia tampak grogi, lalu Sagara menegaskan lalu, Subaru adalah kekasihnya. Emilia pun menjawab benar, bahkan dia mengambil jaket mirip Subaru dengan model perempuan. Lalu Sagara bertanya lagi bagaimana dengan Ram dan Rem, sambil meminta maaf jika salah satu mereka sudah meninggal dunia, Sagara bermaksud untuk tidak membuat mereka sedih. Lalu kakak Emilia memarahi Sagara bahwa itu tidak benar, mereka (Ram dan Rem) masih hidup. Sagara lalu berasumsi bahwa dirinya masih di dunia nyata bukan akhirat di mana Emilia, Subaru, dan karakter lainnya seharusnya berada.
Tiba-tiba terdengar suara orang banyak di luar yang berteriak "Medusa telah datang, harap memberi hormat". Emilia dan kakaknya pun segera keluar, Emilia juga mengenakan jaket kembaran dari model Subaru. Sagara terheran lagi, meski dia belum menyaksikan Re-Zero, dia nyakin tidak ada karakter bernama Medusa. Dia lalu mengikuti orang-orang itu. Ternyata Medusa seorang gadis setengah baya yang memiliki penampian agak aneh. Sagara dengan polosnya langsung berkata siapa dirinya. Medusa menjawan dirinya adalah orang yang mengatur desa ini dan setiap tertentu harus ada pengorbanan gadis muda. Mendengar hal ini Sagara naik pitam, dan berpikir ini pasi ritual berbahaya yang mengorbankan nyawa orang. Medusa tiba-tiba menyerang Sagara karena dia belum pernah melihatnya. Sagara langsung menghindar, dan merasa bahwa Medusa adalah pengguna kekuatan fiksi yang sangat berbahaya. Sagara pun langsung menggunakan Ultimate namun gagal aktif. Medusa bahkan berkata bahwa dirinya tahu betul siapa Sagara dan mengatakan padanya bahwa dia (Sagara) tidak mempunyai Ultimate. Sagara pun mencoba lagi dan berhasil. Broken Swordnya membelah menjadi 2 pedang. Medusa terkejut dan langsung mencoba membunuh orang-orang desa denggan Super Thousands Arrow tapi digagalkan Sagara dengan Blue Sky Shield yang telah terupgrade karena Ultimate yaitu dapat mengahalangi serangan musuh sampai radius 100 m. Lalu Sagara mencoba menyerang dari atas namun pedangnya malah menancap di Shell Medusa. Medusa pun tertawa akan hal ini. Sagara balik tertawa dengn mengeluarkan Blue Sky Sena Canon yang kecil-kecil melalui ujung pedangnya. Canon tersebut berbentuk seperti granat kecil dan dapat menembus Shell Medusa. Dengan ini tubuh Medusa meledak akibat pengaktifan Canon yang tidak hanya menganggu keseimbangan lawan tetapi ada unsur ledakan juga. Lalu Medua tampak melepas kulit hijaunya dan terlihat tubuh telanjangnya. Sagara yang sudah sangat kelelahan hampir pingsan itu mencoba menebas Medusa yang mencoba kabur dengan menaiki salah satu tebing pembatas desa. Kelelahan Sagara merupakan resiko umum jika pengguna kekuatan fiksi menggunakan Ultimate. Sagara mencoba menebas namun meleset, sampai dia memutuskan untuk menusuk Medusa dari belakang dengan melemparakan salah satu pedangnya. Medusa pun tewas seketika. Sagara juga benar-benar pingsan karena kehabisan stamina. Episode pun berakhir sampai di situ.
Trivia
-Ini adalah salah satu konsep di mana Raid Sagara mempunyai sifat yang berbeda. Dirinya tampak menjadi seperti anak muda pada umumnya yang grogi melihat gadis cantik dan berusaha melindungi. Biasanya Sagara akan selalu curiga jika ada gadis seperti dia. Sifat Sagara memang dikenal mengalami "Trust Issue".
Part 1: Wrong House (Jika bisa, akan berada menjadi filler di Arc 9)
Raid Sagara pulang dari kantornya. Dia bekerja sebagai seorang arsitek. Saat masuk ke dalam rumah, Sagara terkejut ada Emilia di ruang tamu (Dari Anime Re Zero). Sagara sendiri berpikir belum pernah menonton animenya. Sagara sempat mengelus pipi dan dahi Emilia untuk memastikan apakah dia ilusi atau bukan. Namun tiba-tiba seorang gadis berambut twin tail menegurnya dan apa maksud semua ini. Sagara yakin Emilia tidak punya kakak seperti dia. Biasanya dalam situasi seperti itu, Sagara akan segera mengambil senjatanya lalu menjaga jarak. Tapi kali ini, Sagara malah tampak grogi dan heran. Sagara lalu menanyakan apakah mereka kenal dengan Subaru. Emilia tampak grogi, lalu Sagara menegaskan lalu, Subaru adalah kekasihnya. Emilia pun menjawab benar, bahkan dia mengambil jaket mirip Subaru dengan model perempuan. Lalu Sagara bertanya lagi bagaimana dengan Ram dan Rem, sambil meminta maaf jika salah satu mereka sudah meninggal dunia, Sagara bermaksud untuk tidak membuat mereka sedih. Lalu kakak Emilia memarahi Sagara bahwa itu tidak benar, mereka (Ram dan Rem) masih hidup. Sagara lalu berasumsi bahwa dirinya masih di dunia nyata bukan akhirat di mana Emilia, Subaru, dan karakter lainnya seharusnya berada.
Tiba-tiba terdengar suara orang banyak di luar yang berteriak "Medusa telah datang, harap memberi hormat". Emilia dan kakaknya pun segera keluar, Emilia juga mengenakan jaket kembaran dari model Subaru. Sagara terheran lagi, meski dia belum menyaksikan Re-Zero, dia nyakin tidak ada karakter bernama Medusa. Dia lalu mengikuti orang-orang itu. Ternyata Medusa seorang gadis setengah baya yang memiliki penampian agak aneh. Sagara dengan polosnya langsung berkata siapa dirinya. Medusa menjawan dirinya adalah orang yang mengatur desa ini dan setiap tertentu harus ada pengorbanan gadis muda. Mendengar hal ini Sagara naik pitam, dan berpikir ini pasi ritual berbahaya yang mengorbankan nyawa orang. Medusa tiba-tiba menyerang Sagara karena dia belum pernah melihatnya. Sagara langsung menghindar, dan merasa bahwa Medusa adalah pengguna kekuatan fiksi yang sangat berbahaya. Sagara pun langsung menggunakan Ultimate namun gagal aktif. Medusa bahkan berkata bahwa dirinya tahu betul siapa Sagara dan mengatakan padanya bahwa dia (Sagara) tidak mempunyai Ultimate. Sagara pun mencoba lagi dan berhasil. Broken Swordnya membelah menjadi 2 pedang. Medusa terkejut dan langsung mencoba membunuh orang-orang desa denggan Super Thousands Arrow tapi digagalkan Sagara dengan Blue Sky Shield yang telah terupgrade karena Ultimate yaitu dapat mengahalangi serangan musuh sampai radius 100 m. Lalu Sagara mencoba menyerang dari atas namun pedangnya malah menancap di Shell Medusa. Medusa pun tertawa akan hal ini. Sagara balik tertawa dengn mengeluarkan Blue Sky Sena Canon yang kecil-kecil melalui ujung pedangnya. Canon tersebut berbentuk seperti granat kecil dan dapat menembus Shell Medusa. Dengan ini tubuh Medusa meledak akibat pengaktifan Canon yang tidak hanya menganggu keseimbangan lawan tetapi ada unsur ledakan juga. Lalu Medua tampak melepas kulit hijaunya dan terlihat tubuh telanjangnya. Sagara yang sudah sangat kelelahan hampir pingsan itu mencoba menebas Medusa yang mencoba kabur dengan menaiki salah satu tebing pembatas desa. Kelelahan Sagara merupakan resiko umum jika pengguna kekuatan fiksi menggunakan Ultimate. Sagara mencoba menebas namun meleset, sampai dia memutuskan untuk menusuk Medusa dari belakang dengan melemparakan salah satu pedangnya. Medusa pun tewas seketika. Sagara juga benar-benar pingsan karena kehabisan stamina. Episode pun berakhir sampai di situ.
Trivia
-Ini adalah salah satu konsep di mana Raid Sagara mempunyai sifat yang berbeda. Dirinya tampak menjadi seperti anak muda pada umumnya yang grogi melihat gadis cantik dan berusaha melindungi. Biasanya Sagara akan selalu curiga jika ada gadis seperti dia. Sifat Sagara memang dikenal mengalami "Trust Issue".
Langganan:
Postingan (Atom)